H Irmadi Lubis Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ke Masyarakat Desa Paluh Manan Hamparan Perak

Anggota MPR RI H Irmadi Lubis (kiri) saat Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Aula Desa Paluh Manan, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Sabtu (13/11/2021).

KANALMEDAN – Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) H Irmadi Lubis mengatakan, Indonesia merupakan negara yang sangat majemuk, memiliki keanekaragaman suku, adat istiadat, tradisi, seni, budaya, dan bahasa daerah yang berbeda-beda. Namun dengan pandangan yang melekat pada Pancasila yang telah disepakati sebagai nilai bersama, maka perbedaan tersebut menjadi sebuah aset bangsa.

“Bersama Pancasila inilah kemudian perbedaan tersebut disatukan dan dijadikan sebagai nilai dasar dan falsafah hidup bersama yang tertuang di dalam lima silanya,” kata Irmadi Lubis pada Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Aula Desa Paluh Manan, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Sabtu (13/11/2021).

Di depan ratusan warga Desa Paluh Manan, H Irmadi Lubis menekankan pentingnya untuk mengimplementasikan empat pilar kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.

“Empat pilar kebangsaan yang telah menjadi konsensus bersama sebagai warga negara Indonesia harus benar-benar dibumikan untuk mencapai cita-cita dalam bernegara,” kata Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan ini.

Politikus senior dari daerah pemilihan (Dapil) Sumut I ini dalam paparannya menegaskan, negara tidak boleh kalah dengan oknum-oknum yang ingin memecah belah dan merobek robek keutuhan dan persatuan bangsa.

“Siapapun di negara ini, janganlah bertindak provokatif yang bisa menimbulkan disintegrasi bangsa. Kita bisa belajar apa yang telah terjadi di berbagai negara di dunia. Terlebih di negara-negara kawasan Timur Tengah yang sampai saat ini masih terus berlangsung konflik berkepanjangan. Maka dari itu negara harus tegas terhadap oknum-oknum ataupun kelompok-kelompok yang ingin memecah belah bangsa dan menghianati empat pilar kebangsaan yang telah kita sepakati sebagai pedoman kita bernegara,” tegasnya.

H Irmadi Lubis juga memberi potret sosial yang tampak saat ini telah begitu mencoreng tatanan sosial masyarakat Indonesia yang dahulu terkenal akan kelembutan dan sopan-santunnya. Oleh karena itu, penting kiranya membangun kembali sistem nilai luhur bangsa Indonesia yang telah dituangkan oleh para pendiri negeri sebagai buah pemikiran cerdas dan penuh kebijaksanaan, yang tersirat dan tersurat di dalam Pancasila dan UUD 1945.

“Bisa saja, kurangnya pemahaman dan pengamalan Pancasila dan UUD 1945 sebagai pandangan hidup berbangsa dan bernegara serta sebagai ideologi negara, lebih disebabkan oleh lemahnya sistem pembinaan individu dari mulai tingkat informal (seperti lingkungan keluarga) sampai ke tingkat formal. Selain itu, proses perubahan pikir, ucap dan tindak ini juga tidak terlepas dari adanya perubahan sosial, budaya dan ekonomi akibat adanya era globalisasi ini,” kata putra Sumut yang telah beberapa periode jadi Anggota DPR/RI ini.

Untuk itulah, tambahnya, program sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang terdiri dari Pancasila, UUD NRI 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika begitu penting terus dikembangkan dan dikuatkan di tengah masyarakat.

Tampak hadir dalam acara itu di antaranya Kades Paluh Manan Saparuddin, sejumlah tokoh masyarakat dan warga penerima bantuan program BSPS 2021 Desa Paluh Manan, Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang. (Nas)


Print Friendly