Begini Penegasan Gubsu Saat Sampaikan LKPJ 2016 di DPRDSU

Gubsu_dandewan-300x200-1
Gubsu T Erry Nuradi saat menyerahkan LKPJ Gubsu akhir tahun anggaran 2016 kepada Ketua DPRD Sumut H Wagiirin Arman, SSos disaksikan Wakil Ketua Dewan Aduhot Simamora, Parlinsyah Harahap dan Sekdaprovsu H Hasban Ritonga. (Foto:Jenderal).
Gubsu T Erry Nuradi dan Ketua DPRD Sumut H Wagiirin Arman, SSos bersama para Wakil Ketua dan Sekdaprovsu H Hasban Ritonga. (Foto:Jenderal).

KANALMEDAN –  Gubsu T Erry Nuradi menegaskan, pada tahun anggaran 2016, Pemprovsu mampu merealisasikan PMA (Penanaman Modal Asing) dan PMDM (Penanaman Modal Dalam Negeri) sebesar Rp19,39 triliun atau ada kenaikan mencapai 162 persen dari yang ditargetkan sebesar Rp12 triliun.

Hal itu diungkapkan T Erry Nuradi dalam rapat paripurna DPRD Sumut  penyampaian LKPJ (Laporan Keterangan Pertanggungjawaban) akhir tahun anggaran 2016 yang dipimpin Ketua DPRD Sumut H Wagirin Arman, SSos didampingi Wakil Ketua Dewan Aduhot Simamora, Parlinsyah Harahap dan dihadiri Sekdaprovsu H Hasban Ritonga,MM, Senin (10/4) di DPRD Sumut.

 “Jumlah proyek PMDN pada tahun 2015 sebanyak 96 proyek, terjadi peningkatan menjadi 228 proyek pada tahun 2016 dan jumlah proyek PMA tahun 2015 sebanyak 204 proyek dan pada tahun 2016 meningkat menjadi 688 proyek,” ujar Gubsu.

Dari indikator tersebut, katanya, menunjukkan bahwa minat investor masih tinggi untuk melakukan investasi di Sumut, sehingga hasil-hasil produk PMDN dan PMA di Sumut mampu bersaing ditingkat nasional maupun internasional.

 “Jika dilihat nilai investasi tahun 2015 sebesar Rp4,287 triliun lebih dan pada tahun 2016 menjadi Rp4,954 triliun jelas terlihat ada peningkatan sebesar 13 persen. Sedangkan perkembangan realisasi investasi PMA mengalami penurunan, yakni pada tahun 2015 sebesar Rp15,576 triliun lebih menjadi Rp14,435 triliun lebih,” katanya.

Menurut Gubsu, tahun 2015 sektor yang diminati PMDN, yakni sektor industri kimia, listrik, gas dan air, industri makanan, hotel, restoran. Sedangkan untuk PMA, sektor industri kimia, listrik, gas dan air, trasportasi, gudang dan komunikasi maupun industri makanan.

Sedangkan pada 2016, katanya, sektor yang diminati PMDN, berupa listrik, gas dan air, industri makanan, perkebunan, konstruksi serta industri kimia dasar, barang kimia dan farmasi. Sedangkan PMA, listrik, gas dan air, industri kimia dasar, barang kimia dan farmasi, perkebunan, pertambangan serta industri makanan.

Pembangunan Infrastruktur

Dalam kesempatan itu, Gubsu juga melaporkan pembangunan/peningkatan infrastruktur jalan di Sumut pada tahun 2016 telah terealisasi sepanjang 127,40 Km dari target 338,50 Km dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menegah Daerah).

“Juga telah dilakukan pemeliharaan berkala jalan sepanjang 31,20 Km serta pembangunan/penggantian jembatan dengan total panjang 375 M, sehingga target Pemprovsu agar jalan propinsi mantap sebesar 76,11 persen serta 70 persen jalan kabupaten/kota di tahun 2018 akan terealisasi,” katanya.

Pertanian

Untuk mendukung produkdi pertanian, kata Gubsu, dengan luas baku irigasi dan rawa di Provinsi Sumut sebesar 1.430.595 hektar yang meliputi lahan irigasi seluas 418.590 hektar dan lahan rawa seluas 1.012.005 hektar, telah terbangun seluas 113.845 hektar dengan jaringan irigasi seluas 86.999 hektar dan jaringan rawa seluas 26.846 hektar.

Begitu juga kondisi ketahanan pangan, kata Gubsu, cederung semakin membaik dan kondusif dengan data pada tahun 2015, ketersediaan beras yang berhasil dari produksi sendiri mencapai 2.526.194 ton dan pada tahun 2016 menjadi 2.764.719 ton. Kondisi ini menunjukkan kenaikan produksi sebesar 238.525 ton.

 “Jika dibandingkan dengan jumlah kebutuhan beras untuk konsumsi selama 2016 sebesar 1.739.437,066 ton, sehingga produksi beras masih surplus sebesar 1.025.281,934 ton,” ujar Gubsu sembari menambahkan, total ketersediaan beras untuk Sumut pada 2016 sebanyak 2.830.793,14 ton atau setara dengan 193,46 Kg/kapita/tahun dan ini menunjukkan ketersediaan beras untuk Sumut masih sangat surplus.(Jen).

Print Friendly

About The Author

Related posts