Bakar Lapas, Ratusan Napi Narkoba Kabur

KANALMEDAN – Kerusuhan terjadi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Langkat yang terletak di Simpang Ladang, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut), Kamis (16/5). Seribuan narapidana (napi) dan tahanan Lapas mengamuk dan membakar sejumlah tempat di gedung Lapas.

Selain itu, mereka juga merusak dan membakar beberapa unit kendaraan, baik mobil maupun sepeda motor. Bahkan, ratusan napi melarikan diri setelah membuka pintu dan menyerang para petugas Sipir.

Kepala Trantib Lapas, Sunardi, ketika dikonfirmasi mengatakan, napi yang kabur diperkirakan mencapai 500 orang.

“Ya, ditaksir yang lari ada sekitar 500 orang lebih. Namun, beberapa orang di antaranya telah berhasil ditangkap kembali oleh personel polisi yang datang langsung ke lokasi,” katanya.

informasi yang berhasil dihimpun dari masyarakat, kerusuhan dimulai pada sekitar pukul 13.30 WIB. Berawal dari dipukulnya salah seorang napi oleh petugas sipir.

“Napi itu sampai ‘terberak’ dipukuli petugas. Katanya, penyebabnya karena ada warga yang kedapatan menyelundupkan narkoba saat menjenguk napi. Petugas sipir pun marah dan langsung memukuli napi yang dikirimi narkoba itu,” ujar warga.

Melihat hal itu, napi yang lain pun marah dan langsung mengamuk. Pintu dibobol, kaca- kaca dipecahkan dan beberapa kendaraan dibakar. Ratusan napi pun kabur.” Lihat itu asapnya sampai hitam mengepul seperti itu,” ujar beberapa orang warga di TKP.

Akibatnya, para petugas sipir pun lari.  Bahkan, ada sipir yang terluka parah di bagian kepala karena dipukul napi yang marah.

Setelah mendapat laporan dari pihak Lapas, beberapa orang petugas dari Polres Langkat kemudian turun mengamankan para napi.  Namun, karena kalah jumlah, polisi pun tidak bisa berbuat apa- apa.

Beruntung, polisi tidak mau gegabah, sehingga begitu para napi yang masih bertahan di Lapas keluar untuk menyerang, para polisi pun lebih memilih untuk mundur.

Padahal, mereka sudah sempat berkali- kali meletuskan senjata sebagai tanda peringatan ke udara. Namun, para napi tetap maju dan menyerang.

Menurut informasi yang diterima, para napi memang sangat membenci polisi dan para petugas sipir. Karena itu, kalau bisa singkirkan polisi dan para petugas sipir dari hadapan mereka.

“Lihat saja, begitu polisi dan para petugas sipir mencoba untuk memukul mundur para napi, malah para napi pun langsung memukul balik. Sehingga polisi dan para petugas sipir itu pun terpaksa lari,” ujar warga lai.

Bahkan, para wartawan yang mencoba untuk mendekat agar bisa mengambil gambar yang bagus pun terpaksas lari tunggang- langgang, termasuk wartawan andalas,  karena para napi itu sepertinya sudah berani mati.

Ironisnya, mobil pemadam kebakaran yang datang ke TKP pun tidak berani masuk ke lokasi kerusuhan. Akibatnya, sampai pukul 16.00 WIB api belum juga dipadamkan.

Kerusuhan baru dapat dipadamkan pada sekitar pukul 17.00 WIB setelah puluhan personel TNI dan Brimob diturunkan. Tampak Kapolres dan Wakapolres Langkat, Kapolsek Hinai, Dandim 0203 Langkat ikut turun ke TKP.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenkumham Sumatera Utara, Dewa Putu Gede, menerangkan kerusuhan yang terjadi di Lapas Narkotika Langkat dipicu razia yang dilakukan petugas lapas terhadap salah satu kamar di lapas tersebut. Diduga, warga binaan yang ada di lapas tidak senang sehingga terjadi perlawanan.

“Iya, tadi siang bentrokan terjadi karena adanya penangkapan narkoba di salah satu kamar di lapas. Begitu barang diambil, terjadi perlawanan dan petugas dikejar,” terang Gede saat dikonfirmasi, Kamis (16/5).

Saat itu, katanya, warga binaan ramai-ramai berontak. Mereka membakar pakaiannya. Sampai saat ini, Gede belum mengetahui perkembangan lanjut terkait peristiwa tersebut.

“Saya masih di Jakarta, ini mau balik ke Medan dan langsung ke Langkat. Saya sudah koordinasi dengan Kapolda Sumut untuk memback up petugas di lapangan. Dari Kanwil juga sudah saya kerahkan,” imbuh Gede.

Diakui Gede, ratusan warga binaan di Lapas tersebut berhasil melarikan diri akibat bentrokan tersebut. Hanya saja, sebagian di antaranya sudah ditangkap.

“Sebenarnya sudah ada edaran bahwa razia dilapangan tidak dibenarkan menggunakan kekerasan. Saat razia, kita juga imbau agar melibatkan dan berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan petugas BNN. Karena memang penegakan itu kewenangan mereka. Mungkin karena semangatnya, petugas Lapas langsung mengambil tindakan sendiri,” sebutnya.

Disebutkannya, Lapas tersebut sudah over kapasitas. Dimana, kapasitas sebenarnya hanya 915 namun diisi 1.635 orang. “Yang jaga saat itu hanya 11 orang,” bebernya. (Nas)

Print Friendly