Yayasan Perguruan Bina Santri Kurban 5 Lembu

Pembina Yayasan Perguruan Bina Santri Drs H Sotar Nasution MHB (kanan) menyerahkan daging kurban kepada seorang ustaz.

KANALMEDAN – Keluarga besar Yayasan Perguruan (YP) Bina Santri melaksanakan penyembelihan sebanyak 5 ekor hewan kurban jenis lembu pada perayaan Idul Adha 1443 H. Pemotongan hewan kurban dilaksanakan di lapangan perguruan tersebut, Jalan Pasar III No 80 Kelurahan Tegal Rejo, Kecamatan Perjuangan, Kota Medan, Minggu (10/7/2022)

Penyembelihan hewan kurban dipimpin langsung Pembina YP Bina Santri, Drs H Sotar Nasution MHB bersama para guru/ustaz dan santri YP Bina  Santri.

Pembina Yayasan Perguruan Bina Santri H Sotar Nasution di sela-sela pembagian daging kurban menyatakan kesyukurannya jumlah hewan kurban yang disembelih di Bina Santri tetap seperti tahun lalu, yakni 5 ekor lembu.

Lembu yang disembelih,  kata Bendahara Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut ini, telah melewati pemeriksaan kesehatan oleh pemerintah daerah Deli Serdang dan lembu asal Pancur Batu ini dinyatakan terbebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Diakuinya, tahun ini memang sedikit kesulitan mencari lembu untuk kurban. “Selain harganya yang naik tajam akibat pasokan yang kurang, lalu menjelang Idul Adha ada wabah PMK, sehingga lembu yang dibawa ke Medan harus dilengkapi dengan surat keterangan dari pemerintah daerah bahwa lembu tersebut terbebas dari PMK,” kata Sotar Nasution.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, tambah Sotar, daging hewan kurban dibagikan kepada orang tua santri tingkat TKQ, MI, MTs dan Tahfiz, para guru/ustaz di lingkungan dan di luar Bina Santri, dan warga penyewa rumah milik pimpinan Yayasan Perguruan Bina Santri yang tersebar di Kota Medan.

Menurut H Sotar Nasution, ibadah kurban merupakan pengorbanan dari sebagian yang kita miliki. Karena di dalam harta yang kita miliki ada hak orang lain yang membutuhkan. Apa yang kita miliki tak boleh kita simpan semua. Sebagian harus kita korbankan untuk orang-orang yang membutuhkan.

“Kita tetap mengambil pelajaran dari peristiwa Nabi Ibrahim yang rela mengorbankan putra kesayangannya Nabi Ismail demi melaksanakan perintah Allah SWT. Jadi bagi kita yang punya kemampuan, berikanlah pengorbananmu dari pendapatan atau rezeki yang diberikan Allah SWT kepada orang-orang yang membutuhkan,” ujar mantan Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sumut ini. (Nas)




Print Friendly