Komisi III DPRD Medan Sebut Dinas Pariwisata Tak Punya Gebrakan

KANALMEDAN – Dinas Pariwisata Kota Medan dinilai tidak memiliki gebrakan untuk mengembangkan wisata di Kota Medan. Program yang dilakukan terkesan monoton dan tidak inovatif.

Hal itu dikatakan Ketua Komisi III DPRD Medan, M Afri Rizki Lubis kepada wartawan, kemarin. Dia merasa kecewa terhadap program Dinas Pariwisata, karena kurang menyentuh masyarakat banyak. Program yang dijalankan seolah hanya memenuhi agenda saja, tapi tak membuat wisata Kota Medan semakin berkembang.

“Kita kecewa dengan Dinas Pariwisata, programnya monoton. Padahal banyak yang bisa dibenahi, semisal melakukan kegiatan yang berhubungan dengan anak-anak muda atau generasi milenial. Ini tidak ada sarana dan kegiatan untuk mengembangkan bakat anak-anak muda. Kita ingin Dinas Pariwisata kreatif kedepannya, jangan programnya itu-itu aja,” ungkap Afri. 

Menurutnya, Dinas Pariwisata Kota Medan belum melakukan gebrakan untuk mempromosikan Kota Medan. “Kita kecewa saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Dinas Pariwisata tadi, banyak permasalahan dan anggaran-anggaran yang gak pas. Kita minta setiap ada event, ada undangan untuk komisi III agar bisa dievaluasi,” bilangnya.

Sementara anggota Komisi III, Irwansyah mencontohkan, salah satu heritage Kota Medan yakni Istana Maimoon. Namun tak ada pembenahan, sehingga dikhawatirkan daya tarik wisata di Medan akan berkurang.

“Kita harapkan Medan itu memiliki salah satu tempat yang bisa untuk edukasi. Contohnya di Jogja, tukang parkir saja bisa menjadi agen pariwisata. Nyaman orang datang, parkirnya ditata dengan baik. Kita juga harus seperti itu, bagaimana caranya agar masyarakat di luar kota mengunjungi Kota Medan. Paling tidak brandinglah, Kota Medan bikin ikon sebaik-baiknya sehingga berminat datang kesini,” tambahnya.

Sekretaris Komisi III DPRD Medan, Erwin Siahaan menambahkan, pihaknya akan kembali menggelar rapat dengan Dinas Pariwisata untuk membahas program yang sudah dianggarkan dalam APBD 2020.

“Pekan depan kita rapat lagi dengan Dinas Pariwisata untuk bahas program 2020. Kita perlu rincian yang jelas. Serapan anggaran tahun lalu hanya 70 persen, itu juga kita tanyakan kenapa tak digunakan semua anggarannya,” tandasnya. (Jen)

Print Friendly