Teknisi Kurang, DMI Baru Mampu Revitalisasi 52.663 Akustik Masjid

Anggota Tim Program Akustik PP DMI Musfida Rizal SE MM (keempat kiri) didampingi Ketua PW DMI Sumut Drs H Sotar Nasution MHB (kelima kiri) dan pengurus lainnya saat menjadi narasumber Pelatihan Akustik Masjid se-Sumut, di Masjid At-Tawabin, Jalan Pancing Medan, Rabu (10/7).

KANALMEDAN – Pimpinan Pusat (PP) Dewan Masjid Indonesia (DMI) sejak tahun 2014 hingga Juni 2019 melalui Tim Akustik DMI baru mampu merevitalisasi akustik atau sound system di 52.663 masjid dari 800 ribu lebih masjid di seluruh Indonesia. Itu karena kurangnya teknisi akustik dimiliki DMI.

“Dari sekira 800 ribu masjid terdata di DMI, mestinya dalam 5,5 tahun ini Tim Akustik DMI sudah bisa memperbaiki 178 ribu masjid di Indonesia. Tapi karena teknisi terbatas, baru bisa merevisi 50 ribuan masjid di Indonesia,” kata Anggota Tim Program Akustik Pimpinan Pusat (PP) DMI Musfida Rizal SE MM saat menjadi narasumber pada Pelatihan Akustik Masjid se-Sumut yang digelar Pimpinan Wilayah (PW) DMI Sumut di Masjid At-Tawabin, Jalan Pancing Medan, Rabu (10/7).

Ia menjelaskan, pelatihan teknisi akustik masjid penting, mengingat separuh lebih jumlah masjid dan musala di Indonesia memiliki kualitas akustik di bawah standar. Kualitas di bawah standar itu pada akhirnya mengganggu kekhusyukan beribadah jemaah.

 “Banyak kita lihat masjid di Indonesia, ketika khatib misalnya tengah menyampaikan  khutbah, jemaah justru banyak tidur. Itu disebabkan kualitas akustik tidak enak di telinga sehingga pesan khatib tak sampai ke jemaah,” katanya di depan 40 peserta pelatihan dari utusan DMI kabupaten/kota se-Sumut.

Praktik teknisi akustik masjid di Masjad At-Tawabin, Jalan Pancing Medan.

Menurutnya, DMI punya tanggungjawab memperbaiki akustik masjid. Dengan cara itulah, DMI berharap pemberdayaan dan kesejahteraan masjid dapat terwujud dengan baik.

“Penataan akustik bagian dari manajemen masjid. Dan masjid merupakan harga diri bagi sebuah daerah. Untuk melihat tingkat kesejahteraan rakyat sebuah daerah, lihat saja masjidnya, apakah sudah makmur atau belum,” tandasnya.

Ketua PW DMI Sumut Drs H Sotar Nasution MHB saat membuka pelatihan mengatakan, kegiatan digelar untuk membina teknisi andal dalam pengelolaan akustik masjid.

“Dengan begitu, pengeras suara di sejumlah masjid Sumut nantinya nyaman bagi jemaah terutama saat azan, salat berjemaah lima waktu dan khatib/salat Jumat,” kata Sotar.

Diakuinya, DMI Sumut masih kekurangan teknisi yang siap melayani masjid-masjid di kabupaten/kota. Karenanya, baru enam pengurus DMI kabupaten/kota di Sumut  mengoperasikan mobil akustik DMI.

“Dengan pelatihan kita harap makin banyak teknisi akustik siap diterjunkan ke masjid. Jika teknisi makin banyak, kita akan minta tambahan mobil operasional ke DMI Pusat. Ke depan diharap setiap kabupaten/kota di Sumut memiliki teknisi dan mobil operasional yang siap melayani masjid,” tandas Sotar.

Selain Musfida Rizal, dalam pelatihan sehari penuh itu menampilkan narasumber H Bram Syakir dan Thomso dari PT TOA Galva Prima serta Irwan Ananto dari Tim Akustik DMI Kota Medan. Pelatihan dipandu Wakil Sekretaris PW DMI Sumut Dr H Sahdin Hasibuan MAg. (Nas)

Print Friendly