Deklarasi Pemilu Damai, Parulian Siregar: Terimakasih Pak Kapolda Sumut

KANALMEDAN – Calon Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Parulian Siregar, MA menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada Kapolda Sumatera Utata Irjen Pol Agung Setya Imam Effendy yang memfasilitasi Deklarasi Pemilu Damai Sumatera Utara Tahun 2024, di Aula Tribrata Polda Sumut, Jalan SM Rajak Km 10 5 Medan, Rabu (6/9/2023).

Deklarasi dan penandatanganan kesepakatan Pemilu Damai diikuti para Calon Anggota DPD RI Dapil Sumut, dan 18 pimpinan parpol peserta Pemilu 2024 di Sumut. Deklarasi dihadiri Pangdam I Bukit Barisan diwakili Kasdam I Brigjen TNI Refrizal dan unsur pimpinan Forkopimda lainnya, Ketua KPU Sumut Herdensi, Ketua Bawaslu Sumut M Aswin Diapari Lubis, pimpinan ormas dan OKP.

“Kami berterimakasih kepada Bapak Kapolda Sumut Irjen Pol Agung Setya Imam Effendy yang telah memfasilitasi acara tersebut. Dalam acara tersebut kita juga berterimakasih atas kehadiran Ketua KPU Sumut dan jajaran, Ketua Bawaslu Sumut dan jajaran, Kasdam yang mewakili Pangdam I/BB, mewakili Kajati Sumut dan unsur Forkopinda yang hadir,” kata Parulian seusai acara Deklarasi Pemilu Damai di Mapolda Sumut.

Deklarasi ini, kata pemilik nomor urut DPD 16 ini, sangat penting demi menjaga kerukunan dan kenyaman di tengah-tengah masyarakat Sumut. “Bila itu terlewati dengan baik maka kesadaran berpolitik warga Sumut yang santun dan sopan mulai tinggi dan maju,” kata mantan Ketua PW IPNU Sumut ini.

Dikatakan alumni IAIN/UIN Sumut ini, banyak hal yang harus dijaga bersama-sama dan junjung tinggi agar masyarakat Sumut tidak terpecah saat menghadapi Pemilu 14 Pebruari 2024 nanti.

Parulian Siregar, MA berfoto bersama Kapolda Sumut Irjen Pol Agung Setya Imam Effendy, Kasdam I/BB Brigjen TNI Refrizal, Ketua KPU Sumut Herdensi, dan Ketua Bawaslu Sumut M Aswin Diapari Lubis

“Setikanya kita harus menjaga perasaan satu sama lain, saling menghargai dan nenghormati serta saling mematuhi aturan yang ada. Kita harus mengedepankan adab, etika dan estetika dalam menghadapi pesta demokrasi nanti. Ini punya kandungan makna yang luas ,” kata Parulian yang juga alumni Ponpes Syekh Ahmad Daud Nabundong ini.

Dia kemudian mengajak seluruh masyarakat Sumatera Utara agar tidak mau dipecah belah, tidak mau diadu domba, tidak mau menyebarkan hoax, tidak mau diperalat untuk kepentingan sesaat, serta tidak mau fanatik buta. Tentu harus penuh kesadaran dan ketelitian dalam mengambil kesimpulan maupun putusan.

“Harapan inilah yang semestinya harus dibantu para ulama, tuan guru, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan semua lapisan masyarakat. Dan yang mempunyai kemampuan supaya tidak tinggal diam, harus ikut serta mengajak masyarakat demi kebaikan kita bersama. Bencilah terhadap seseorang itu cukup sekadar saja, jangan berlebihan. Karena bisa di lain waktu dia yang kita benci itu akan menjadi teman atau yang dapat membantu saat kita membutuhkan. Serta cintailah seseorang itu dengan seadanya dan jangan berlebihan karena bisa saja pada saat yang lain dialah orang yang sangat kita benci atau yang tidak sejalan dengan keinginan kita. Dengan demikian kekecewaan kita tidak terlalu besar terhadapnya. Nah, sedemikian hal perlu kita pertimbangkan bahwa boleh kita senang atau simpatik dengan seseorang tetapi cukup seadanya, begitu juga sebaliknya,” kata mantan Sekretaris PW Gerakan Pemuda Ansor Sumut ini.

Sebelumnya, Kapolda Sumut Irjen Pol Agung Setya Imam dalam kata pengantarnya mengatakan, peserta pemilu harus sadar akan pemilu damai. Hal itu bertujuan untuk terselenggaranya pemilu yang baik dan sesuai dengan harapan.

Irjen Agung juga mengatakan, Polda Sumut akan memfasilitasi Pemilu damai di wilayah Sumatera Utara. Pihaknya, juga turut serta untuk turut serta mengawal Pemilu damai.

“Pemilu damai harus kita wujudkan. Pemilu damai harus kita bangun bersama, Pemilu damai harus ada di Sumatera Utara,” ujar Irjen Agung

Kapolda Sumut, juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam mengikuti deklarasi Pemilu damai tersebut. Ia berharap tahapan pemilu nantinya bisa berjalan dengan baik dan lancar.

“Ungkapan dan kesadaran penuh dari kita semua, bahwa Pemilu adalah pesta yang harus riang. Pemilu adalah suka cita kita untuk kemudian memilih dan menentukan pemimpin kita nantinya,” ucapnya.

Pembacaan Deklarasi Pemilu Damai dipandu oleh Ketua DPW PKB Sumut HM Jafar Sukahiri Nasution. Isinya antara lain mengajak peserta pemilu dan masyarakat untuk mewujudkan Pemilu 2024 yang berkaulitas berdasarkan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil. Kemudian mewujudkan Pemilu 2024 yang aman, dan damai dengan menjunjung etika, martabat bangsa dan negara serta menaati peraturan yang berlaku.

Selanjutnya menolak segala bentuk kekerasan, intimidasi dan provokasi yang berimplikasi terjadinya polarisasi dalam masyarakat. Lalu, menghindari hoax, ujaran kebencian, politisasi SARA, dan politik uang. Dan menghormati dan menerima hasil Pemilu 2024. (Nas)


Print Friendly