Sutarianti, Guru Magrib Mengaji yang Tanpa Pamrih


Sutrianti (kiri), Nasib, M Sopian dan penyuluh agama Islam non PNS, Ros Pinta.

KANALMEDAN -Di kalangan warga lingkungan III Kelurahan Namo Gajah Kecamatan Medan Tuntungan, guru magrib mengaji yang satu ini sudah akrab  khususnya orangtua yang anaknya menjadi murid ngaji bu Yanti panggilan akrab Sutarianti.

Perjuangan dan pengorbanannya dalam mendidik anak-anak tetangga agar memiliki  kecerdasan intkektual  dan kesolehan sosial patut diberi apresiasi. Sebab di tengah  keterbatasan pisiknya yang harus pakai tongkat,  ia  ikhlas menjadikan rumahnya sebagai ‘sekolah’ mengaji  anak-anak  bagi yang mau tanpa mengharap imbalan materi.

Menurut Sutarianti didampingi penyuluh agama Islam non PNS pada KUA Kecamatan Medan Tuntungan, Ros Pinta, di kediamannya, Sabtu ( 12/12), mengajari anak-anak  mengaji sudah lama ia lakoni. Hal itu ia lakukan karena dilingkungan III tempat tinggalnya tidak ada wadah tempat mengaji.

” Pada awalnya, murid hanya satu dua orang saja, seiring pertambahan penduduk, murid saya terus bertambah” kata Sutarianti yang juga aktif di kegiatan keagamaan dan sosial ini.

Terkait hal tetsebut,  sementara rumahnya tergolong relatif kecil, Ia dan warga lainnya di lingkungan III Kelurahan Namo Gajah, bersepakat dan telah tersusun kepanitiannya untuk membeli tanah pertapakan Mushola yang nantinya setelah musholanya terbangun, aktivitas  belajar mengaji akan  di pindahkan ke Mushola.

“Saat ini, kami masih mencari dan  mengumpulkan dana berupa infak dari  kaum muslimin dan lainnya yang halal untuk membantu pembangunan mushola di lingkungan kami” kata Sutarianti didampingi ketua panitia pembangynan mushola Nasib dan sekretaris M Sopian.

Ia berharap pada kaum muslimin dan lainnya yang ingin berinfak dapat mengirim pada rekening panitia nomor 133801003313531. (sor)


Print Friendly