Keluarga Besar UMA Sembelih 30 Hewan Kurban


Ketua YPHAS Drs M Erwin Siregar MBA dan Rektor UMA Prof Dr Dadan Ramdan, Khatib Dr. Hasanuddin MAg foto bersama usai salat Id di Masjid At Taqwa, Jumat (31/7).

KANALMEDAN – Keluarga besar Universitas Medan Area (UMA) menyembelih  hewan kurban sebanyak15 ekor lembu dan 15 ekor kambing usai salat Idul Adha 1441Hijriah, Jumat (31/07/2020) di pelataran Masjid At Taqwa Kampus I UMA Jalan Kolam Medan Estate.

Kegiatan tersebut didukung Ketua Yayasan Pendidikan Haji Agus Salim ( YPHAS) Drs M Erwin Siregar MBA dan Rektor UMA Prof Dr Dadan Ramdan beserta jajarannya.

Ketua BKM Masjid At Taqwa Kampus UMA Dr Hasrat Efendi Samosir MA didampingi Kepala Humas UMA, Ir Asmah Indrawati MP kepada media usai pelaksanaan salat Id mengatakan, tampil sebagai khatib Dr. Hasanuddin MAg dan imam, Al Hafiz M Nazri.

Mengenai hewan kurban yang di sembelih, berasal dari keluarga besar UMA dan pihak YPHAS. Pelaksanaan salat id dan penyembelihan hewan kurban sesuai protokol kesehatan, dengan menyediakan masker dan hand sanitaizer.
“Daging kurban tersebut dibagikan sebanyak 750 paket kepada para pengurban, internal keluarga besar UMA dan masyarakat sekitar kampus” kata Hasrat.

Ibadah kurban, tambah Hasrat memiliki manfaat dan hikmah di antaranya, sebagai bentuk ketaatan kepada perintah Allah SWT, kemudian sebagai sikap meneladani pengorbanan keluarga Nabi Ibrahim AS.

Selain itu, sebagai bukti cinta kepada Allah di atas segalanya, dan sebagai bentuk kesalehan sosial untuk berbagi dengan sesama terutama kepada kaum duafa yang merasakan dampak pandemi virus corona atau Covid-19. “Dan ibadah kurban juga sebagai tanda bersyukur kepada Allah atas limpahan rezeki yang diberikanNya,” ungkap dosen UINSU dan UMA ini.

Sementara Rektor UMA Prof Dadan Ramdan memberikan apresiasi kepada BKM Masjid At Taqwa dan panitia kurban yang sudah menaati protokol kesehatan selama pandemik Covid-19 ini terutama membagikan masker kepada jamaah yang saat akan melakukan salat Id, wajib mencuci tangan (hand sanitizer) dan tetap menjaga jarak (social distancing).

“Salat Id tahun ini berbeda dengan tahun lalu karena di pandemi Covid-19 ini menjadi pembelajaran bagi UMA. Dengan motto kekelurgaan, keluarga besar UMA menyadari bagi yang memiliki rezeki lebih akan berbagi kepada masyarakat yang kurang mampu dalam berkurban,” katanya.

Selanjutnya, UMA mempunyai kepriabadian berupa akhlakul karimah diberikan dalam bentuk ibadah kurban dengan penuh kasih sayang. Karenanya, panitia saling membantu dalam pembagian kurban yang menjadi motto kepribadian tersebut.

“Momentum ini dijadikan untuk menjaga kampus UMA tidak terkena dampak pandemi diakibatkan virus yang menular dan  berbahaya dan berharap kampus ini aman dari Corona,” pintanya.

Sedangkan khatib Dr. Hasanuddin M.Ag dalam khutbah salat Id mengatakan, ibadah haji yang dilakukan memiliki hubungan langsung dengan Sang Pencipta Alah Swt, sementara ibadah kurban berhubungan kepada manusia dan Sang Khalik. “Ibadah kurban salah satunya untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Allah Swt,” ujarnya.

Hasanuddin mengharapkan agar semangat berkurban terus ditingkatkan apalagi di masa pendemi Covid-19, dimana masyarakat mengalami kesulitan keuangan, banyaknya karyawan dirumahkan (PHK), daya beli berkurang dan pedagang merugi serta kekhawatiran penularan Corona. (Nas)


Print Friendly