Desa Sei Sijenggi, Sentra Buah Naga di Bumi Bertuah

BERJEJER  rapat seperti barisan yang dikomando. Dahannya menjuntai kebawah. Ada buah berwarna merah disetiap dahannya. Indah sekali.

Pemandangan tersebut adalah pemandangan di kebun buah naga, yang kini dikembangkan di Desa Sei Sijenggi, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara. Desa berpenduduk 1.657  kepala keluarga dan 6.456 jiwa dengan luas wilayah 292 hektare itu, sedang gencar membudidayakan buah naga atau bahasa latinnya Hylocereus polyrhizus.

Hamparan Buah Nada di Sei Sijenggi.

Bagi anda yang kebetulan melintas di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), wilayah Kecamatan Perbaungan Serdang Bedagai, sempatkanlah singgah disini. Nikmati sensasi memetik sendiri dan makan sepuasnya, buah segar langsung dari pohonnya.

Jarak kebun Buah Naga ini dari Jalinsum, diperkirakan hanya 700 meter. Melewati jalan desa dan perkampungan, yang kiri kanan ditanami Buah Naga. Persis di dusun IV Desa Sei Sijenggi, ditengah hamparan kebun Buah Naga, kini sudah  dibangun Pondok Buah. Ini sengaja disiapkan, sebagai tempat bersantai bagi pengunjung sambil menikmati buah naga yang segar.

Selama ini, Desa Sei Sijenggi adalah salah satu desa miskin di Kabupaten Serdang Bedagai. Lalu, setelah Dana Desa mulai digelontorkan pemerintah ke desa tahun 2016, Desa Sei Sijenggi pun mulai menggeliat pelan dan berlahan bangkit. Tahun 2023 dana desa yang dikucurkan ke Desa Sei Sijenggi adalah  sebesar Rp 919 juta.

Sebelum Dana Desa dikucurkan  pemerintah, mayoritas penduduk Desa Sei Sijenggi hidup sebagai petani, peternak dan karyawan perkebunan. Kehadiran Dana Desa berupaya mendongkrak kemajuan desa, dengan membangun inprastruktur desa seperti menghubungkan atau membangun akses jalan menghubungkan  antara dusun yang satu dengan dusun yang lain. Desa ini memiliki 4 dusun, tersebar  diantara hamparan sawah dan perladangan penduduk.

PERTANIAN

Secara geografis Desa Sei Sijenggi terletak pada posisi 90° Lintang Selatan dan 141° Bujur Timur. Topografi ketinggian desa ini adalah berupa daratan sedang, yaitu sekitar 10 meter di atas permukaan air laut (DPL).

Dengan demikian, dari potensi yang ada dan sesuai letak geokrafis Desa Sei Sijenggi, sektor pertanian padi sawah menjadi dominan sebagai mata pencaharian penduduk. Disamping sebagai peternak, PNS dan buruh perkebunan.

Kades Sei Sijenggi, Sutarman, saat diwawancarai TPP Kemendesa.

Adalah Kepala Desa, Sutarman, yang pertama kali berinisiatif untuk mengembangkan tanaman buah naga di Desa Sei Sijenggi. Hal ini setelah melihat potensi yang ada di desanya, bahwa tanaman buah naga tumbuh subur dihampir semua pekarangan penduduk. Ide kreatifnya pun dibawa ke Musyawarah desa, sehingga disepakati untuk dikembangkan sebagai salah satu produk unggulan desa.

Awalnya tanaman Buah Naga dikembangkan Ir. Suhardi, seorang pensiunan perkebunan. Ini yang menginspirasi Kades untuk mengembangkan budidaya Buah Naga. Warga juga meliriknya secara perlahan, karena ternyata tumbuh subur dan memiliki nilai jual cukup diminati pasar.

Program ini mulai dimatangkan tahun 2022, dengan membuka lahan terlantar di desa. Warga sekitar dilibatkan, sehingga warga sekitar pun akhirnya mengembangkan tanaman Buah Naga dilahan milik masing-masing.

Tahun 2023, pemerintahan Desa Sei Sijenggi,  mengucurkan dana desa sebesar Rp 115  juta untuk pengembangkan kebun Buah Naga tersebut. Kelompok Budidaya Buah Naga dibentuk, begitu juga Kelompok sadar wisata (POKDARWIS).

Kelompok ini diberi suntikan dana untuk modal pembibitan, tiang penyangga dan pengolahan lahan, juga pendampingan. Dan hasilnya, kini, Desa Sei Sijenggi telah mampu memenuhi kebutuhan buah segar berupa buah naga kepada seluruh  warga desanya.

Kades Sei Sijenggi, Sutarman, saat panen Buah Naga disaksikan TPP Kemendesa.

Bahkan kini Desa Sei Sijenggi telah menjadi Sentra Buah Naga di Serdang Bedagai, daerah yang dikenal sebagai Tanah Bertuah Negeri Beradat. Kini dengan terbentuknya Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Naga Merah,  Desa Sei Sijenggi, makin memantapkan diri sebagai Agro Wisata dan sentra Buah Naga.

Nantinya, BUMDES diharapkan siap menampung buah naga hasil produksi warga,   dan siap memasarkannya hinga ke ibukota Kabupaten Serdang Bedagai.

Akibat gencarnya minat warga desa membudidayakan Buah Naga, kini desa Sei Sijenggi juga telah dikenal sebagai desa agro wisata.

Kini, di dusun IV sendiri, sebagai basis pengembangan budidaya,   tidak kurang dari  5 hektar  kebun Buah Naga yang dikelola warga desa. Sedangkan di dusun lainnya, warga juga sangat antusias membudidayakan Buah Naga di pekarangan rumah dan lahan miliknya. Desa Sei Sijenggi memiliki 4 dusun, yang semuanya berlomba mengembangkan produk unggulan desa, yang bernilai jual itu.

Areal budidaya Buah Naga ini, bahkan telah dijadikan sebagai salah satu destinasi desa wisata di Serdang Bedagai. Di lokasi ini telah berdiri pasilitas pendukung desa wisata, yakni bangunan  Aula untuk pertemuan, toilet, Kolam pancing, bahkan Home Stay. Banyak pengunjung yang datang kesini, untuk menikmati keindahan kebun buah naga dan menikmati sensasi petik sendiri dan makan sepuasnya.

Di Desa Sei Sijenggi, pengunjung dapat menikmati Juice Buah Naga segar, makanan aneka kripik berbahan Buah Naga, minuman berbahan Buah Naga seperti eskrim, cendol,puding Buah Naga.

Harga Buah Naga di Desa Sei Sijenggi  masih sangat terjangkau. Rata-rata buah ukuran standar dihargai Rp 12 Ribu / kg. Karena itu dari segi penghasilan, jenis usaha ini masih sangat terbuka dikembangkan sebagai pekerjaan utama bagi penduduk.

INOVASI

Diantara kelebihan tanaman ini dibanding yang lainnya, Buah Naga lebih tahan banting terhadap kondisi cuaca. Misalnya, walau musim kemarau, tidak perlu penyiraman.

Malam hari, pohon Buah Naga diterangi lampu.

Buah naga  dapat berbuah 20 hingga 30 per pohon. Jika musim kemarau harus disiram setidaknya dua kali seminggu. Dalam kondisi normal, biasanya buah naga akan musim panen pada bulan September hingga bulan April.

Namun setelah adanya inovasi berupa pemasangan lampu di pohon Buah Naga  pada malam hari, maka buah naga dapat musim sepanjang tahun. Tak heran, dibeberapa tempat kebun buah naga, kini ada cahaya  gemerlap.

Maka jika dari kejauhan dimalam hari anda melihat lampu dengan cahaya indah berkedip, Itu bukan lampu café. Tapi lampu yang memang sengaja dipasang dan dihidupkan dimalam hari, di pohon buah naga. Cahaya lampu ini, terbukti dapat merangsang Buah Naga untuk musim sepanjang tahun.

Agro Wisata Buah Naga, memang memilik daya tarik tersendiri. Apalagi karena bunganya selalu mekar dimalam hari. Maka, banyak juga pengunjung sengaja menunggu malam, guna menyaksikan bunga-bunga buah naga bermekaran.

Adanya lampu yang sengaja dipasang di areal Buah Naga, menambah daya tarik pada malam hari. Keindahan ini, juga dapat dinikmati pengendara yang melintas di jalan Tol Medan – Tebing Tinggi, yang memang melewati kawasan Desa Sei Sijenggi.

Kedepan, Kades Desa Sei Sijenggi, Sutarman, berharap ada pembinan berkelanjutan dari pihak terkait sepertti Dinas Perdagangan dan Perindustrian.  Karena jika kelak produksi melimpah, diperlukan teknologi pengemasan pasca panen. Juga pengolahan produksi hingga hilir, seperti pengalengan buah naga atau sejenisnya yang tentu memerlukan inovasi dan sentuhan teknologi.

PEMBINAAN

Camat Kecamatan Perbaungan Muhammad Fahmi SSTP,MAP Sangat mengapresiasi upaya Kades dan warga Desa Sei Sijenggi, mengembangkan Tanaman Buah Naga. Ini sangat mendukung upaya pemerintah membangun desa, dengan menggali potensi yang ada di desa masing-masing.

Camat Perbaungan, Muhammad Fahmi, saat diwawancarai TPP Kemendesa.

Kata Camat, salah satu manfaat Dana Desa dikucurkan pemerintah adalah untuk memajukan desa, mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan. Maka dengan pengembangan Desa Wisata berbasis produk unggulan desa, setidaknya telah mencermintan adalah upaya penggunaan dana desa secara tepat sasaran dan tepat manfaat.

Camat  Muhammad Fahmi  bertekad akan terus melakukan pembinaan, karena program  Desa Wisata seperti yang dilakukan di Desa Sei Sijenggi,  juga merupakan bagian dari upaya merealisasikan Visi dan Misi Bupati Serdang Bedagai, H Darma Wijaya bersama Wakil Bupati (Wabup) H. Adlin Umar Yusri Tambunan.

Salah satu misi Bupati Serdang Bedagai, adalah terujudnya Wisata Maju Terus. Program ini akan menggerakkan sektor pariwisata Kabupaten Serdang Bedagai menjadi salah satu primadona wisata di Sumatera Utara. Program ini juga mengisyaratkan akan adanya inovasi terus-menerus dalam pengelolaan wisata di Kabupaten Serdang Bedagai.

Dengan demikian, Agro Wisata Buah Naga di Desa Sei Sijenggi, perlu dilakukan pembinaan yang serius.Kelak tentu agro wisata ini akan memberi dampak positif bagi warga sekitar dan dimungkinkan menjadi salah satu sumber pendapatan asli  bagi desa.

Dalam hal ini, tentu Pemkab Serdang Bedagai, akan mendorong munculnya sentra-sentra baru ekonomi produktif di desa. Maka inprastruktur desa dan inspratruktur ke lokasi agro wisata Desa Sei Sijenggi, juga akan terus diperbaiki.

Menurut Muhammad Fahmi, Bupati Serdang Bedagai sangat mengapresiasi lahirnya Agro Wisata Buah Naga di Desa Sijenggi. Bupati bahkan sudah beberapa kali turun langsung, guna menyaksikan lebih dekat potensi unggulan desa tersebut.(Satya Bagus Gunawan Lubis)

  • Artikel ini diikutkan dalam Gerakan Pendamping Desa Menulis Aksi Membangun Indonesia dari Desa 2023, yang dilaksanakan Kementerian Desa dan PDTT.
  • Penulis adalah Pendamping Lokal Desa (PLD) Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai.
Print Friendly