Tanggapi Desakan Pencopotan Abyadi Siregar, Direktur FITRA : Kinerja Abyadi Patut Diapresiasi

KANALMEDAN-MEDAN: Aksi sekelompok masyarakat menuntut pencopotan Abyadi Siregar sebagai Kepala Perwakilan Ombudsman Sumut, ditanggapi berbagai pihak.

Kali ini, Direktur Eksekutif Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Sumatera Utara, Rurita Ningrum turut berkomentar.

Menurutnya, berdasarkan hasil kerjasama Fitra Sumut dengan Ombudsman Perwakilan Sumut di bawah kepemimpinan Abyadi Siregar selama ini cukup baik.

Abyadi dinilai profesional dalam menangani kasus-kasus pengaduan dari masyarakat maupun dari kelompok masyarakat.

“Beliau kooperatif. Di luar jam kerja pun beliau meluangkan waktu,” ujar Rurita Ningrum, Selasa (16/10/2018).

Dikatakan Rurita, sebagai kepala perwakilan yang dibantu sejumlah asisten dalam menangani pengaduan masyarakat, Abyadi juga berkeliling menyosialisasikan tentang pelayanan pubik, bagaimana agar masyarakat bisa melakukan pengaduan lebih mudah.

“Kalau yang bersama Fitra Sumut, kita fokus terhadap pelayanan publik. Bagaimana kabupaten/kota atau Pemda memiliki sistem terhadap pelayanan pengaduan,” kata Rurita.

Rurita menegaskan, dengan sistem pelayanan pengaduan yang dimiliki pemkab/pemko, masyarakat tidak perlu lagi melakukan demonstrasi atau menghujat melalui sosial media, tetapi melalui kanal pengaduan.

“Ada LAPOR, kalau di Medan ada MRK, di BPJS ada call center. Jadi banyak sebenarnya yang jadi cara masyarakat untuk menyampaikan keluhannya terkait pelayanan publik. Ombudsman bekerja secara profesional di sini,” tegas Rurita meyakinkan.

Cuitan di Facebook tak ada Hubungannya

Terkait adanya laporan masyarakat terkait cuitan Abyadi Siregar di laman sosial media facebook (FB) pribadinya, menurut Rurita, hal itu tidak ada hubungannya dengan kinerja Abyadi sebagai Kepala Perwakilan Ombudsman Sumut.

“Ini yang harusnya masyarakat bisa melihat Bang Abyadi sebagai Kepala Perwakilan Ombudsman Sumut dan Abyadi secara pribadi. Apa yang dia cuit itu tidak ada hubungannya dengan kinerja Ombudsman. Sama sekali tidak ada. Ini sangat kecil bila dibandingkan dengan apa yang sudah selama ini dilakukan oleh Ombudsman Sumut di bawah kepemimpinan Abyadi Siregar,” tegas Rurita.

Rurita mengungkapkan, FITRA dan para jejaring Ombudsman Sumut sudah mendengar langsung penjelasan Abyadi bahwa status di media sosialnya itu tidak ada tujuan politik sama sekali.

Apresiasi Kinerja Abyadi Siregar

Rurita menekankan, terlepas dari cuitan Abyadi, jejaring Ombudsman mengapresiasi kinerja Abyadi selama 5 tahun ini karena banyak hal terkait pelayanan publik di Sumut yang akhirnya mengalami perubahan ke arah yang lebih baik.

“Salah satu hal yang kita lihat langsung itu misalnya di Kota Medan, salah satu daerah terbaik di Sumut yang memiliki kanal pengaduan LAPOR, MRK, dan SMS Center. Begitu juga dengan Kabupaten Deli Serdang dan Pemprov Sumut, juga mengalami perbaikan dengan survey pelayanan publik yang dilakukan Ombudsman,” bebernya.

Rurita menambahkan, saat ini Fitra dan Ombudsman Sumut lebih intens kerjasama dalam menguatkan layanan pengaduan di Kota Medan.

“Kita saling berbagi peran bagaimana mengadvokasi adanya kanal pengaduan, kemudian ke Deli Serdang sampai sosialisasi ke Nias. Dari sisi kinerja sampai sekarang Ombudsman RI Perwakilan Sumut sangat baik, diantara begitu banyaknya masalah pelayanan publik di Sumut ini,” ujarnya.

Begitu pun Rurita mengakui masih banyak kekurangan yang masih perlu diperbaiki untuk meningkatkan kinerja Ombudsman ke depan. Misalnya Kantor Ombudsman di Jalan Majapahit Medan yang terlalu kecil, diharapkan dapat diperbesar.

“Karena ini rumah belajarnya jejaring Ombudsman se-Sumut untuk bagaimana masyarakat bisa mengakses layanan publik lebih baik,” ucapnya.

Selain itu, tambah Rurita, jumlah asisten Ombudsman Sumut dinilai tidak memadai untuk menangani kasus-kasus dari 33 kabupaten kota di Sumut. (Siahaan)

Print Friendly