Wali Kota Pantau Harga Bahan Kebutuhan Pokok

KANALMEDAN – Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi meninjau dua pasar tradisionil di Kota Medan,  Jumat (27/4). Peninjauan ini dilakukan untuk memantau harga bahan kebutuhan pokok, sebab ada kecendrungan harga merangkak naik jelang datangnya bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1439 H.  Selain itu peninjauan juga dilakukan dalam rangka memastikan stok dan distribusi bahan kebutuhan pokok cukup.

Adapun kedua pasar tradisionil yang ditinjau bersama Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto, Kepala Divre Perum Bulog Sumut Benhur Ngakaimi,  unsur Forkopimda Kota Medan serta pimpinan OPD terkait di lingkungan Pemko Medan yakni Pasar Sei Sikambing  Jalan Gatot Subroto dan Pasar Petisah Jalan Kota Baru 3.

 

Selain kedua pasar tradisionil tersebut, Wali Kota  juga mengecek sembako di Brastagi Supermarket Jalan Imam Bonjol.  Langkah itu dilakukan   untuk mengetahui perbandingan harga antara pasar tradisionil dengan  pasar modern (supermarket).  Dari hasil peninjauan yang dilakukan, harga bahan kebutuhan pokok di Kota Medan masih relatif stabil.

 

Pasar Sei Sikambing  yang pertama kali ditinjau Wali Kota. Di pasar itu, Wali kota mendapati  harga bahan pokok relatif stabil. Hanya harga cabai merah mulai merangkak naik, biasanya dijual Rp.28.000/kg  kini Rp.30.000/kg. Kemudian harga hijau stabil Rp.20.000/kg dan bawang merah Rp.34.000/kg. Sedangkan bawang putih yang biasanya dijual di kisaran Rp.40.000-Rp.45.000/kg, kini turun menjadi 28.000/kg.

Begitu juga dengan cabai rawit, mengalami penurunan dari  Rp.35.000-Rp.38.000/kg kini dijual Rp.28.000/kg.Sedangkan harga telur bervariasi tergantung ukuran mulai Rp.1.100/butir sampai Rp.1.400/butir, minyak goreng curah 11.000/liter, harga ayam boiler Rp.30.000/kg  dan harga beras termurah dijual Rp.10.000/kg.

“Kenaikan biasanya terjadi jelang seminggu bulan puasa tiba, kalau hari ini harga-harga masih stabil, hanya harga cabai merah yang mengalami kenaikan. Itu pun kenaikannya Cuma Rp.2.000/kg dari harga biasanya,” ungkap Masrifah (40), salah seorang pedagang.

Harga daging pun masih stabil,  daging lembu dijual Rp.110.000/kg, sedangkan daging kambing Rp.80.000/kg. Sejumlah pedagang daging yang ditemui memprediksi harga daging akan naik seminggu jelang puasa. “Kami perkirakan harga daging bis amencapai Rp.120.000/kg sehari jelang puasa,” papar salah seorang pedagang daging.

Kondisi yang sama juga ditemui di Pasar Petisah, harga cabai mengalami kenaikan Rp.2.000/kg dari harga biasanya Rp.26.000/kg kini menjadi Rp.28.000/kg. Harga bawang putih terjun bebas dari Rp.40.000/kg menjadi 28.000/kg,  begitu juga dengan  cabai hijau dari  Rp.20.000/kg kini menjadi Rp.15.000/kg, cabai rawit pun turun dari Rp30.000/kg menjadi Rp.24.000/kg. Sedangkan harga bahan kebutuhan pokok lainnya realtif stabil.

Terakhir, Wali Kota meninjau Brastagi Supermarket. Berdasarkan pantauan dan pengakuan pengawas di tempat tersebut, harga bahan kebutuhan pokok sampai saat ini masih stabil. Di tempat itu minyak goreng kemasan dijual Rp.11.000/liter, gula pasir kemasan Rp.12.500/kg daging kerbau beku  Rp.72.000/900 gram, ayam kampung Rp.68.999/ekor, ayam  boiler Rp.29.904/ekor, bawang merah 44.000/kg, bawang putih Rp.35.000/kg, cabai merah Rp.34.000/kg, cabai hijau Rp.22.000/kg dan cabai rawit Rp.32.000/kg.

Menurut Wali Kota, berdasarkan peninjauan yang dilakukan, harga bahan kebutuhan pokok di Kota Medan relatif masih stabil dan belum ditemukan lonjakan harga. “Jika pun ada kenaikan hanya berkisar Rp.1000 sampai Rp. 2.000, itu pun cabai merah. Di sampingitu kita menemukan ada beberapa bahan kebutuhan pokok yang mengalami penurunan seperti bawah putih, cabai rawit dan cabai hijau,” kata Wali Kota.

Selain harga relatif masih  stabil, Wali Kota juga menegaskan stok ketersediaan bahan pokok jelang datangnya puasa dan Hari Raya Idul Fitri  juga aman. Oleh karenanya Wali Kota menghimau warga tidak perlu resah dan panik. Apalagi Pemko Medan beserta instansi terkait akan terus melakukan pengawasan sehingga distribusi bahan kebutuhan pokok berjalan terkait.

Selanjutnya guna mengantisipasi terjadinya kenaikan harga, Wali Kota mengatakan telah berkoordinasi dengan Bulog, terutama menyangkut pendistribusian beras ke seluruh pasar tradisionil di Kota Medan. Langkah itu dilakukan agar masyarakat,  terutama yang kurang mampu dapat membeli guna memenuhi kebutuhan menyambut bulan puasa dan Hari Raya Idul Fitri. “Jika kualitas beras Bulog kurang bagus, bisa dipulangkan untuk diganti kembali,”  ungkapnya.

Sementara itu menurut Kepala Divre Perum Bulog Sumut Benhur Ngakaimi, pihaknya dalam seminggu terakhir ini akan melakukan operasi pasar besar-besaran sehingga beras dari Bulog bisa sampai dan dijual para pedagang.

“Walaupun pedagang di Kota Medan berjumlah ribuan dan petugas kita tidak sampai 20 orang namun itu tidak bisa menjadi alasan. Kita kana terus berupaya sehingga masyarakat jelang puasa dan Hari Raya Idul Fitri dapat menikmati beras Bulog yang layak dan harga terjangkau. Di samping itu kita juga telah meyediakan stok yang cukup,” jelas Benhur.

Diungkapkan Benhur, Bulog saat ini memiliki stok beras medium 40.000-an ton. Beras medium itu nantinya akan dijual kepada pedagang dengan harga Rp.8.600/kg dan dijual kepada masyarakat sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET). “Saat ini HET kita Rp.9.950/kg, kita upaya harga jual nantinya di bawah HET,” jelasnya.

Selain beras, Benhur mengatakan Bulog juga telah mempersiapkan bahan kebutuhan pokok lainnya seperti gula, daging, minyak goreng, tepung terigu serta  gula pasir. Oleh karenanya Benhur mengingatkan kepada masyarakat agar tidak resah serta tidak perlu membeli dengan jumlah yang berlebihan. (partono)

H)

 

 

 

 

Print Friendly