Bunga Papan Produksi Medan Terkenal Hingga Lampung

KANALMEDAN – Bunga papan produksi asli pengerajin Kota Medan terkenal hingga ke ibukota (Jakarta, red). Hal inilah yang mendorong salah seorang Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pringsewu Provinsi Lampung bersikeras untuk melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kota Medan, Kamis ( 19 /1/2017).

Padahal, banyak hal yang dapat mereka tanyakan untuk dipelajari dari kota terbesar ketiga di Indonesia ini dan kemudian di praktekkan di tempat asal.

“Ada satu lagi pertanyaan kami. Dimana kami bisa beli bunga papan di Medan pak? soalnya bunga papan di Medan sangat terkenal,” tanya Asa, anggota DPRD Pringsewu dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) dalam pertemuan yang dipimpin anggota Komisi B Wong Cun Sen dan dihadiri anggota komisi lainnya.

Diakuinya, Medan memiliki daya tarik tersendiri terlebih Medan merupakan Kota terbesar ketiga di Indonesia. Mengenai bunga papan, Asa mengaku dirinya pernah berkunjung ke Jakarta. Dari toko yang ada disanalah ia memperoleh informasi bahwa pemasok bunga papan berasal dari Kota Medan

“Saya yang ngebet kunjungan ke Medan. Soalnya Medan merupakan Kota terbesar ketiga di Indonesia. Terlebih soal bunga papannya,” ungkapnya jujur yang kemudian diselingi gelak tawa seluruh anggota dewan lainnya.

Mendengar pertanyaan yang mengundang gelak tawa karena sudah diluar konteks, anggota Komisi B DPRD Medan, Edward Hutabarat, menjelaskan kalau bunga papan di Medan pusatnya ada di Jalan Surabaya dan di Pasar Sentral.

“Kalau tidal salah, pusatnya ada di jalan Surabaya kalau tidak di Pajak Sambu. Memang bisnis bungan papan di Kota Medan sangat menjanjikan. Harga jasanya berkisar Rp165 ribu hingga Rp250 ribu,” jelasnya.

Sebelumnya, rombongan Komisi IV DPRK Pringsewu yang dipimpin Julianto dari Fraksi PKS ini mempertanyakan bagaimana Pemko Medan mengelola APBD untuk menigkatkan PAD. Selain itu, rombongan ini juga ingin belajar kepada Pemko Medan mengenai penganan kekerasan terhadap wanita dan anak-anak, serta pencegahan penyebarluasan HIV. (Jen /wl)

 

 

Print Friendly

About The Author

Related posts