Air Mata Ahok untuk Raih Simpati Publik

KANALMEDAN – Tangisan Ahok yang membaca nota keberatan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) dinilai sebagai tangis yang dibuat-buat. Bahkan sikap atau perilaku ini sudah digambarkan oleh Allah di dalam kitab suci-Nya seperti kisah nabi Yusuf a.s dengan para saudaranya.

“Ingatkah bagaimana kisah nabi Yusus a.s yang diabadikan di dalam Al-Qur’anul Kariim? Apa yang dilakukan oleh saudara-saudara Nabi Yusuf?

Mereka menceburkan nabi Yusuf ke dalam sumur, dan berdusta kepada sang ayahanda, nabi Yakib a.s. ‘Kemudian mereka datang kepada ayah mereka di sore hari sambil menangis. Mereka pun berkata: Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala; dan kamu sekali-kali tidak akan percaya kepada kami, sekalipun kami adalah orang-orang yang benar’,” demikian kata Irena Handono, mantan biarawati yang menukil ayat Al-Qur’an surat Yusuf, ayat 16-17, melalui akun Facebook-nya.

Menurut ustazah atau yang sering disapa umi Irena ini kelakuan Ahok adalah bentuk dari kamuflase agar meraih simpatik publik. Dan bagi orang-orang beriman, seorang muslim menurutnya tidak cepat menilai tangis itu sebagai kebenaran.

“Air mata yang menipu, menutupi perilaku dan angkara murka, hari ini diperlihatkan untuk meraih simpati publik. Maka mukmin yang cerdas tak akan terkecoh dengan air mata buaya, seperti halnya ayah Nabi Yusuf yang tidak terkecoh walaupun diperlihatkan pakaian Nabi Yusuf yang dilumuri darah.” TIDAK MEMBERATKAN

Dakwaan yang dibacakan jaksa kepada Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat persidangan perdana kasus penistaan agama sangatlah lemah dan kurang menggigit. Dakwaan tersebut tidak memberatkan bagi pelaku penistaan agama.

Aktivis yang juga tergabung dalam Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) ini juga menilai motif Ahok yang bertujuan untuk memecah belah umat Islam tak dibacakan secara gamblang oleh Jaksa.

“Yang disebut hanya untuk kepentingan kampanye. Ahok malah ngomong program ini program itu tapi gak ada hakim yang coba meluruskan nota tersebut,” tuturnya, sebagaimana dilansir JPNN (Rabu, 14/12).

Novel pun mewanti-wanti agar umat Islam terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Sebab unsur politik sangat kental sekali dalam proses peradilan Ahok. (tim)

 

Print Friendly