Penting Semangat Bersama Bangun Nias

MUSDA HIMNI 3KANALMEDAN-Gubernur Sumut Dr Ir H Tengku Erry Nurdi MSi hadir mendampingi Menteri Hukum dan HAM RI Yasona Laoly saat membuka Musyawarah Daerah II Himpunan Masyarakat Nias Indonesia (HIMNI) Sumut di Hotel Danau Toba Internasional Medan Jumat (15/09/2017).

Pembukaan ini ditandai dengan pemukulan gong sebanyak lima kali yang menurut Menkumham Yasona Laoly sesuai dengan jumlah sila di Pancasila.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Umum DPP HIMNI sekaligus anggota DPR/MPR RI Marinus Gea, Ketua Umum Badan Persiapan Pemekaran Provinsi Kepulauan Nias Mayjen TNI Purn Drs Christian Zebua, para Kepala Daerah, Bupati dan Walikota di Kepulauan Nias, Anggota DPD RI Parlindungan Purba, Ketua PDI Perjuangan Sumut Japorman Saragih, tokoh pemuda, tokoh adat dan tokoh agama.

Dalam kesempatan itu Menkumham Yasona mengingatkan akan pentingnya semangat kebersamaan untuk membangun Kepulauan Nias agar dapat disejajarkan dengan daerah lain di Provinsi Sumut.

Berbagai potensi yang dimiliki Kepluan Nias masih dapat digali secara maksimal untuk menggerakan pertumbuhan ekonomi yang hingga saat ini masih terhambat oleh letak geogragis Kepulauan Nias sebagai salah satu pulau terluar.

“Kalau bicara soal Kepulauan Nias tentu tidak akan habis-habisnya. 3 T, terluar, terdepan dan tertinggal. Untuk pemekaran Provinsi Kepulauan Nias 3 T ini kita masukkan,”ujar Yasona Laoly.

Secara relatif diakui Yasona bahwa Kepulauan Nias masih tertinggal. Oleh karenanya diperlukan gerakan bersama untuk membangkitkan segala potensi-potensi yang dimiliki Kepulauan Nias diantaranya sektor perikanan dan kelautan, pariwisata serta membangkitkan sentra-sentra perekonomian rakyat guna mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Pembangunan terintergrasi menjadi hal yang mutlak dilakukan. Oleh karenanya koordinasi dan sinergisitas antar Forkada sangatlah diperlukan untuk membangun konektifitas antar daerah. Mari lepaskan ego masing-masing dan harus kompak,”harap Yasona.

Senada Gubsu Erry Nuradi mengatakan bahwa permasalahan pembangunan di daerah Kepulauan Nias khususnya di daerah tertinggal bersifat multidimensi membutuhkan kebijakan dan program pembangunan dari berbagai sektor.

Hal ini dapat dilakukan dengan fokus pada upaya percepatan pembangunan sosial ekonomi masyarakat, peningkatan kemampuan perekonomian daerah, serta peningkatan aksesibilitas melalui penyediaan infrastruktur pendukung ekonomi dan pelayanan dasar yang memadai.

Hal ini sejalan dengan karakteristik wilayah daerah tertinggal. Untuk itu diharapkan kedepan pembangunan di Kepulauan Nias akan meningkat kesejahteraan masyarakatnya dengan pengurangan tingkat pengangguran, kemiskinan dan kesenjangan wilayah.(HMS)

Print Friendly