Alasan Kenapa Azan di Masjid Ini Sangat Penting

masjid

masjid

SURABAYA – Bagi masyarakat Surabaya, Jawa Timur tentu tidak asing dengan nama Masjid Rahmat yang ada di Kembang Kuning. Sebab, dari azan dari Masjid Rahmat selalu dijadikan patokan bagi masjid lainnya yang ada di Surabaya, termasuk azan magrib menjelang buka puasa saat Bulan Ramadan.

Masjid-masjid di Surabaya, setiap hari, saat memasuki waktu Salat lima waktu, selalu memanfaatkan azan yang dikumandangkan di Masjid Rahmat yang disiarkan melalui frekuensi radio.

Ketua Yayasan Masjid Rahmat (Yamara), Mansur mengatakan, radio itu pertama kali mengudara di Surabaya sejak tahun 1970-an. Menurutnya, saat itu radio tersebut merupakan radio komunitas dakwah pertama kali yang ada di Surabaya.

“Karena saat itu awalnya kita pakai frekuensi AM, karena memang waktu itu masih radio amatir,” kata Mansur, di Surabaya, Minggu 12 Juni 2016.

Mansur menceritakan, ketika itu masyarakat Surabaya tidak ada yang berani berbuka puasa sebelum mendengarkan azan dari Radio Masjid Rahmat. Alasannya, pada era itu, informasi memang belum banyak berkembang.

Sehingga, begitu Radio Masjid Rahmat mengkumandangkan azan, maka masjid lain pun akan meneruskannya dan mengkumandangkan azan pula. Kondisi semacam itu pun berlanjut hingga saat ini.

“Coba didengarkan masjid-masjid sekarang di Surabaya, kalau waktu buka puasa atau imsak, pasti yang diputar siaran radio kita. Malahan, kalau sehari saja kami tidak siaran, pasti telepon tidak akan berhenti,” ujar Mansur.

Mansur menjelaskan, masjid itu berdiri sejak tahun 1400 an. Bahkan, Mansur berpendapat jika Masjid Rahmat merupakan masjid tertua yang ada di Surabaya. Alasannya, masjid itu merupakan masjid yang pertama kali didirikan Sunan Ampel.

“Dulu namanya Langgar Tiban. Masyarakat menyebutnya demikian. Karena mereka tidak merasa membangun, tapi bangunannya tiba-tiba saja ada,” ujar Mansur.

Seiring berkembangnya waktu, masjid itu tidak mampu menampung jamaah. Sehingga, masyarakat pun melakukan renovasi masjid tersebut.

“Tapi pada tahun 1964 pemerintah memberikan dana pembangunan, karena mengetahui sejarah masjid ini yang merupakan tonggak penyebaran agama Islam di Indonesia, khususnya tanah Jawa,” kata Mansur.

Print Friendly

About The Author

Related posts